PENGANGGURAN DI INDONESIA TAHUN 2012
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS)
menyatakan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2012
mencapai 6,32% atau 7,61 juta orang. Jumlah ini turun 6% dari Februari
2012 yang sebesar 8,12 juta orang.
Kepala BPS Suryamin
mengatakan, angka persentase pengangguran 6,32% di Februari 2012 turun
dibandingkan Agustus 2011 yang sebesar 6,56% dan Februari 2011 yang
sebesar 6,8%.
"Jadi (angka pengangguran) pada Februari 2011
adalah 8,12 juta, Agustus 2011 adalah 7,7 juta, dan Februari 2012 adalah
7,61 juta, terus menurun. Tapi perbandingannya sebaiknya Februari ke
Februari karena ada seasonal di situ," ujar Suryamin dalam jumpa pers di
Kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Suryamin
menyebutkan pada Februari ini jumlah angkatan kerja di Indonesia
mencapai 120,4 juta orang, bertambah sekitar 3 juta orang dibanding
angkatan kerja Agustus 2011 sebesar 117,4 juta orang atau bertambah
sebesar 1 juta orang dibanding Februari 2011.
Dari angkatan kerja
tersebut, lanjut Suryamin, jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia
pada Februari 2012 mencapai 112,8 juta orang, bertambah sekitar 3,1 juta
orang dibanding keadaan pada Agustus 2011 sebesar 109,7 juta orang atau
bertambah 1,5 juta orang dibanding keadaan Februari 2011.
Selama
setahun terakhir (Februari 2011―Februari 2012), jumlah penduduk yang
bekerja mengalami kenaikan, terutama di Sektor Perdagangan sekitar 780
ribu orang atau 3,36% serta sektor keuangan sebesar 720 ribu orang atau
34,95%.
Namun, ada sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah
sektor pertanian 1,3 juta orang atau 3,01% dan sektor transportasi,
pergudangan, dan komunikasi sebesar 380 ribu orang atau 6,81%.
Sementara
berdasarkan jumlah jam kerja, pada Februari 2012 sebesar 77,2 juta
orang atau 68,48% pekerja bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan
pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 per minggu mencapai 6,9
juta orang atau 6,08%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis
Statistik BPS Suhariyanto menilai adanya fenomena di mana para pekerja
formal meningkat dan peningkatan pekerja untuk berpendidikan tinggi,
serta adanya perpindahan sektor tenaga kerja dari pertanian ke industri
merupakan cermin pertumbuhan ekonomi yang berkualitas karena
kesejahteraan masyarakat akan membaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar