VIVAnews - BlackBerry Messenger (BBM) telah diumumkan
akan hadir di platform Android dan iOS. Rencana itu akan menyemarakkan
peta persaingan pesan instan, di mana BBM mau tidak mau akan berhadapan
dengan WhatsApp, LINE, KakaoTalk, WeChat, Viber, dan semacamnya.
Meski ditunggu-tunggu, sejumlah pengguna BlackBerry berpikir, kehadiran BBM di Android dan iOS malah buruk. Mengapa?
Mereka
berpendapat, hadirnya BBM di kedua platform itu malah dapat merugikan
pendapatan BlackBerry. Beberapa analis pun berpikir demikian.
"Jika
seseorang bisa mendapatkan BBM di Android dan iPhone, jadi manfaat apa
yang didapat jika memakai ponsel Blackberry?" tanya salah satu pembaca.
Ditambah
lagi, saat ini, fakta menunjukkan banyak pemilik BlackBerry yang juga
menggunakan WhatsApp. Sehingga, pengguna BBM tidak punya kebutuhan untuk
mencoba BBM di Android maupun iPhone.
Namun, pembaca lain
menyambut baik langkah BlackBerry. Fitur BBM di platform lain akan lebih
baik karena layanan BBM menggunakan PIN sebagai identitas, bukan nomor
ponsel, seperti LINE, WhatsApp, atau lainnya. "Tentu lebih privat. Dan,
selain itu, BBM jauh lebih cepat update," katanya.
Sampai
saat ini, belum jelas kapan BBM akan "mendarat" di perangkat Android
dan iOS, dan berapa biaya yang akan dikenakan untuk berlangganan BBM.
Berita palsu
Pengguna
BlackBerry sempat dibuat sumringah ketika beredar kabar bahwa aplikasi
BBM akan hadir untuk perangkat Android dan Apple iOS pada Juni 2013.
Kabar ini disebar oleh T-Mobile Inggris melalui akun Twitter-nya, sekitar bulan Mei silam.
Namun, berdasarkan sumber yang mengetahui rencana peluncuran aplikasi BBM di iOS dan Android mengatakan, kabar itu tidak benar.
"Semua
berita yang mengatakan aplikasi BBM mulai dirilis pada 27 Juni 2013
adalah palsu, pembohongan," kata sumber dari BlackBerry, sepert diberitakan VIVAnews pada Juni silam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar